Kisah Manny Pacquiao Dibukukan
Buku ini mengupas tuntas kehidupan masa kecil Pacquiao hingga menjadi juara sejati
Kisah perjuangan Manny Pacquiao dari seorang anak miskin dari Santos City hingga menguasai dunia lewat tinju telah dibukukan dan mulai dirilis 19 November 2010 lalu.
Pacquiao mencetak sejarah setelah merebut delapan gelar di kelas berbeda usai mengalahkan Antonio Margarito, 13 November 2010 lalu. Sukses tersebut membuat Dunham Books USA dan Anvil Publishing membuat otobiografi petinju asal Filipina tersebut.
Buku yang berjudul 'Pacman: A Story of Hope, Resilience and Never-Say-Never Determination' ini dicetak dalam bahasa Inggris dan akan mengupas tuntas kehidupan masa kecil Pacquiao hingga menjadi juara sejati.
"Buku ini akan berisikan anekdot baru dan menunjukkan rasa cinta Pacquiao terhadap keluarga dan loyalitasnya terhadap sahabat. Buku ini juga mengungkap kesalahan-kesalahan yang dilakukan Pacquiao hingga menjadi juara tinju," pernyataan resmi Anvil seperti dikutip Philippine Star, Minggu 21 November 2010.
Pacquiao juga membeberkan suka-duka dan kunci suksesnya menjadi jawara tinju.
"Dulu, kaki saya merupakan satu-satunya alat transportasi yang saya miliki. Mendaki gunung beberapa kali dalam sepekan merupakan kegiatan berat bagi kami semua, terutama ibu saya," ujar Pacquiao di salah satu kutipan buku tersebut.
"Sekarang saya baru sadar bahwa tidak ada mesin di zaman modern ini atau gym yang bisa menandingi trek gunung yang saya harus lalui saat kecil. Bahkan saat ini, saya tidak harus melatih kaki saya terlalu banyak," kilah Pacquiao.
Buku ini mengupas tuntas kehidupan masa kecil Pacquiao hingga menjadi juara sejati
Kisah perjuangan Manny Pacquiao dari seorang anak miskin dari Santos City hingga menguasai dunia lewat tinju telah dibukukan dan mulai dirilis 19 November 2010 lalu.
Pacquiao mencetak sejarah setelah merebut delapan gelar di kelas berbeda usai mengalahkan Antonio Margarito, 13 November 2010 lalu. Sukses tersebut membuat Dunham Books USA dan Anvil Publishing membuat otobiografi petinju asal Filipina tersebut.
Buku yang berjudul 'Pacman: A Story of Hope, Resilience and Never-Say-Never Determination' ini dicetak dalam bahasa Inggris dan akan mengupas tuntas kehidupan masa kecil Pacquiao hingga menjadi juara sejati.
"Buku ini akan berisikan anekdot baru dan menunjukkan rasa cinta Pacquiao terhadap keluarga dan loyalitasnya terhadap sahabat. Buku ini juga mengungkap kesalahan-kesalahan yang dilakukan Pacquiao hingga menjadi juara tinju," pernyataan resmi Anvil seperti dikutip Philippine Star, Minggu 21 November 2010.
Pacquiao juga membeberkan suka-duka dan kunci suksesnya menjadi jawara tinju.
"Dulu, kaki saya merupakan satu-satunya alat transportasi yang saya miliki. Mendaki gunung beberapa kali dalam sepekan merupakan kegiatan berat bagi kami semua, terutama ibu saya," ujar Pacquiao di salah satu kutipan buku tersebut.
"Sekarang saya baru sadar bahwa tidak ada mesin di zaman modern ini atau gym yang bisa menandingi trek gunung yang saya harus lalui saat kecil. Bahkan saat ini, saya tidak harus melatih kaki saya terlalu banyak," kilah Pacquiao.
Mon Nov 23, 2020 5:23 am by y3hoo
» Tentang Tisu Magic
Wed Jul 17, 2019 7:29 am by jakarta
» Ini 5 Tata Cara Makan Gaya China yang Penting Ditaati
Tue Sep 11, 2018 11:37 am by jakarta
» Cara Mengetahui IP address Internet
Fri Aug 03, 2018 11:31 am by alia
» Angleng dan Wajit
Mon Jul 23, 2018 10:40 am by jakarta
» Penginapan-penginapan Unik dan Recommended di Cikole, Lembang
Mon Jul 09, 2018 11:59 am by flade
» Tips Bercinta dari Wanita yang Sudah Survei ke Lebih dari 10 Ribu Pria
Thu Jun 21, 2018 2:57 pm by flade
» Cara Menghilangkan Activate Windows 10
Fri Jun 15, 2018 2:08 pm by y3hoo
» Selamat Hari Raya Idul fitri 1439 H /2018 M
Thu Jun 14, 2018 9:40 am by y3hoo